Showing posts with label Kisah. Show all posts
Showing posts with label Kisah. Show all posts

Pembentukan Usaha Supermarket 212 Muslim (m212m)



Itu foto rapat umum pembentukan usaha supermarket 212 muslim (m212m)...
Subhanallah 👍👍👍 pukul 16.00....tadi sdh langsung ke Notaris mendirikan PT;

1. Bu Asma Ratu Agung ISMI Pusat serahkan sertifikat tanah sebagai penjamin senilai 15 Milyar.

2. Bapak m.yunus dari Jakarta mengihlaskan 6 rumah' beliau di Jakarta untuk mengawali pendirian Supermarket Muslim 212 di wilayah Jakarta, Banten dan Tangsel

3. SEORANG Notaris...In sya Allah istri Mahendradatta TPM mewakafkan dirinya untuk mensupport pendirian PT.

4. Sudah langsung dibuat halaqoh2 berdasarkan wilayah tempat didirikan super market Muslim 212

Subhanallah animo kaum muslimin luarrrr biasa ....banyak yg pada semangat dan menitikkan air mata

Ada lagi seorang ahli IT yg mewakafkan dirinya untuk membuat sistem nya....baarokallah


Read more

Disini Lebih Dekat Pada Surga



Seringkali saya mendengar kalimat mendiskreditkan saudara kita di Gaza, Suriah, dan bumi jihad lainnya. Seolah keadaan mereka adalah kutukan dan damainya kita adalah karunia
Mereka berbangga di negeri yang damai, merasa lebih pantas dan lebih hebat dengan keIslamannya, ketimbang timur tengah yang bergejolak, dengan ledakan, darah, dan airmata
Hati-hati dengan takabur, sebab ia bisa masuk dari celah yang paling halus, merasa diri lebih dari manusia lain, apalagi sampai mengecilkan amal orang lain, innalillahi
Satu masa yang takkan terlupa, saya berjumpa dengan ahlu-Syam di perbatasan Turki, pincang kakinya habis diamputasi sebelah, sebab terkena bom barel Bashar Asad laknatullah
Wajahnya bersinar, alisnya tebal, sepasang mata biru keabu-abuan yang ramah, berikut rambut panjang setengah ikal, dan hidung mancung, serta cambang rapi kemerah-merahan
Saya bergurau, "Kamu kalau di Indonesia, sudah jadi artis. Pasti banyak gadis yang kesengsem, sudah ke Indonesia saja", dia tersenyum membalas pada saya
"Nggak ah, disini surga lebih dekat. Kaki saya yang satu sudah berada di surga, aku berharap, sisanya juga menyusul dalam waktu dekat", kemudian hening, la haula wa la quwwata illa billah
Mungkin bagi mereka ini fitnah yang menjadikan mereka mulia, seperti api memperindah liat jadi tembikar, bagai berlian yang terasah waktu, berkilau sempurna oleh cahaya
Sungguh, keadaan mereka yang tak damai, mendekatkan mereka pada surga. Sementara bisa jadi kita dalam keadaan damai lalu makin jauh dari surga, sebab merasa lebih dari mereka
Ketahui, membantu mereka itu urusan kita pada Allah, kita yang ditanya Allah di yaumil qiyamah nanti, bukan mereka. Selagi kita masih bisa meluangkan, masih bisa memilih membantu
Donasi kita ditunggu mereka, @SahabatAlAqsha siap menyalurkan sambung hati terbaik dari Indonesia buat mereka, saya bagian dari @SahabatAlAqsha dan insyaAllah mereka amanah
DONASI SURIAH via @SahabatAlAqsha
Palestina
Bank Syariah Mandiri 77 44 12345 8
BNI Syariah 77 44 12345 9
Suriah
Bank Syariah Mandiri 77 55 12345 7
BNI Syariah 77 55 12345 6
Infaq Operasional
Bank Syariah Mandiri 77 66 12345 1
Semua rekening atas nama Sahabat Al-Aqsha Yayasan
Konfirmasi donasi
SMS/WhatsApp 0821-1293-5195
amanah@sahabatalaqsha.com
Omah Dakwah Jl. Jogokariyan No. 41, Jogjakarta
www.SahabatAlAqsha.com | www. SahabatSuriah.com
@SahabatAlAqsha | @SahabatSuriah

Sumber : UstadzFelixSiauw
Read more

Tanda-Tanda Kematian



ALLAH Subhanahu Wata'ala telah memberi tanda kematian seorang muslim sejak 100 hari, 40 hari, 7 hari, 3 hari dan 1 hari menjelang kematian..

Tanda 100 hari menjelang ajal : Selepas waktu Ashar (Di waktu Ashar karena pergantian dari terang ke gelap), kita merasa dari ujung rambut sampai kaki menggigil, getaran yang sangat kuat, lain dari biasanya,

Bagi yang menyadarinya akan terasa indah di hati, namun yang tidak menyadari, tidak ada pengaruh apa-apa..

Tanda 40 hari menjelang kematian : Selepas Ashar, jantung berdenyut - denyut.. Daun yang bertuliskan nama kita di lauh mahfudz akan gugur..

Malaikat maut akan mengambil daun kita dan mulai mengikuti perjalanan kita sepanjang hari..

Tanda 7 hari menjlang ajal : Akan diuji dengan sakit, Orang sakit biasanya tidak selera makan..

Tapi dengan sakit ini tiba-tiba menjadi berselera meminta makanan ini dan itu..

Tanda 3 hari menjelang ajal : Terasa denyutan ditengah dahi, Jika tanda ini dirasa, maka berpuasalah kita, agar perut kita tidak banyak najis dan memudahkan urusan orang yang
memandikan kita nanti..

Tanda 1 hari sebelum kematian : Di waktu Ashar, kita merasa 1 denyutan di ubun-ubun,
menandakan kita tidak sempet menemui Ashar besok harinya..

Bagi yang khusnul khotimah akan merasa sejuk di bagian pusar, kemudian ke pinggang lalu ketenggorokan, maka dalam kondisi ini hendaklah kita mengucapkan 2 kalimat syahadat..

Sahabatku yang budiman, subhanALLAH, Imam Al-Ghazali, mengetahui kematiannya..
Beliau menyiapkan sendiri keperluannya, beliau sudah mandi dan wudhu, meng- kafani dirinya, kecuali bagian wajah yang belum ditutup..

Beliau memanggil saudaranya Imam Ahmad untuk menutup wajahnya..
SubhanALLAH..

Malaikat maut akan menampakkan diri pada orang- orang yang terpilih.. Dan semoga
kita menjadi hamba yang terpilih dan siap menerima kematian kapanpun dan di manapun kita berada..

Dan semoga akhir hidup kita semua Husnul Khatimah,
Aamiin..


Marilah kita berdoa, bermunajat kepada Allah. Semoga Allah mengampuni kita, dan menghapuskan kita dari segala dosa yang telah lalu.
Read more

Tak ayal, cuitan gay tersebut langsung di-skak mat oleh walikota Bandung, Ridwan Kamil


Sudah menjadi tabiat para pembenci Islam akan selalu risih dengan setiap hal yang berkaitan dengan Islam.  Setiap kebaikan akan selalu mereka pandang buruk, terlebih jika itu mengancam eksistensi mereka.
Dan para pembenci Islam tersebut terdiri dari banyak kalangan. Liberalis, feminis bahkan kaum LGBT sekalipun. Seperti yang dilakukan Hartoyo, salah seorang tokoh LGBT yang mengkritik program “Maghrib Mengaji” walikota Bandung, Ridwan Kamil.
Pelaku Gay yang pernah tampil di Kompas TV dengan gaya menipu terkesan religius, dalam akun twitternya memprotes program “Maghrib Mengaji” yang dicanangkan Kang Emil.
Dia mengatakan program tersebut sebagai pencitraan, dan pejabat yang tampil ke publik membawa agama rawan korupsi dan tidak beres urus rakyat.
INGAT, klau ad pjabat nampil kepublik bawa-bawa agama, biasanya rawan korup n gak beres urus rakyat,” cuit Hartoyo melalui akunnya @HartoyoMdn.
Tak ayal, cuitan gay tersebut langsung di-skak mat oleh walikota Bandung, Ridwan Kamil.
INGAT, kalo ada yang argumen hobinya generalisasi, biasanya pendek pikir,” balas kang Emil melalui akun twitter @ridwankamil, sabtu (30/4/2016).
Read more

Musa, Dan Episode Ketika Celana Cingkrang, Jenggot dan Cadar Mengangkat Harkat Martabat Bangsa


Musa, Dan Episode Ketika Celana Cingkrang, Jenggot dan Cadar Mengangkat Harkat Martabat Bangsa
Sejak bertahun-tahun lalu, dan ini tidak dipungkiri lagi telah terjadi, ada semacam pembelokan persepsi terhadap beberapa syiar dan simbol ajaran agama Islam. Syariat, syiar dan simbol yang seharusnya mulia dan dimuliakan, ternyata menjadi olok-olok oleh sebagian orang yang tak bertanggung jawab.
Salah satunya adalah jenggot dan cadar, dengan tambahan celana cingkrang dan jidat hitam. Tidak hanya olok-olok, keempat tanda itu bahkan disempitkan lagi menjadi ciri tak tertulis bagi para pelaku teror. Artinya, para pelaku teror pasti tidak jauh-jauh dari orang yang bercelana cingkrang, berjenggot lebat dan berjidat hitam, serta istrinya memakai cadar penutup muka.

Itu semua terjadi berkat upaya gigih dari media –dan tentu saja kelompok yang bermain di belakangnya, sehingga masyarakat awam pun banyak yang tersugesti dengannya. Dan sayangnya, tidak sedikit pula orang-orang yang dianggap sebagai tokoh agama kemudian latah dan ikut-ikutan tersugesti.
Musa, dan Keluarga Dengan “Ciri Teroris”
Kemunculan Musa sejak dua tahun lalu di salah satu stasiun televisi nasional, kemudian membuka banyak mata manusia. Musa, yang kala itu masih berusia 5,5 tahun, telah hafal hampir satu Mushaf Al-Quran.
Prestasi Musa kemudian meningkat ke skala lebih luas tatkala ia mengikuti Musabaqah Hifdzil Quran di Arab Saudi pada pertengahan 2014 lalu. Musa mendapat nilai 90,83, bukan prestasi yang main-main tentunya. Dan baru beberapa hari lalu, Musa mengikuti Musabaqah Hifzil Quran di Mesir. Musa, bahkan mendapat nilai 91,17. Nama Indonesia terangkat di mata dunia berkat Musa si hafidz cilik.
Banyak kalangan, baik masyarakat awam, pejabat, bahkan presiden di negeri ini memberikan pujian untuk Musa. Tentu saja pujian tersebut juga dialamatkan kepada keluarga Musa.

Musa dan Ayah, sebelum keberangkatan ke Mesir
Dan setelah kemunculan Musa, mau tidak mau keluarganya juga kemudian menjadi dikenal oleh masyarakat luas. Banyak yang bertanya tentang bagaimana resep dan cara agar anak-anak mereka bisa seperti Musa.

Muncullah ayah Musa di depan kamera. Ayah Musa, dengan celana cingkrang, jenggot dan jidat hitam menyampaikan kegiatan Musa sehari-hari. Kemudian muncul pula gambar ibunda Musa, lengkap dengan gamis hitam dan cadarnya, yang ikut menjelaskan resep rahasianya.
Meluruskan Pandangan
Secara tidak langsung, Musa dan keluarga dengan ciri dan simbol “teroris” yang dipaksakan, justru membuat harum nama Indonesia di mata dunia. Banyak negara dan tokoh negara lain yang terpana, serta terpesona dengan kehebatan Musa. Indonesia berhutang kepada Musa dan keluarganya.
Musa dengan celana cingkrangnya
Dari sini, semoga bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat kita, bahwa tak ada hubungan resmi antara kegiatan terorisme dengan syiar ajaran agama Islam, entah itu jenggot, cadar ataupun yang lainnya. Justru itulah ajaran yang disampaikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Karena sesungguhnya Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin, yang melarang setiap perbuatan terorisme dan ekstrimisme.

Semoga Musa, dan keluarganya, dengan celana cingkrang dan cadar penutup wajah, dengan jenggot dan jidat hitam, mampu meluruskan pandangan yang salah di mata masyarakat. Terima kasih Adek Musa.
Nb: 
Semua terjadi atas kehendak Nya.. Alhamdulillahilladzii bi ni'matihi tathimmushshoolihaat..
Read more

Ahmed Deedat (Allahu yarham) dan Zakir Naik juga menguasai Injil, Weda, Tripitaka dan Bhagavad Gita



Selain hafal A-Quran dan ribuan hadits, Ahmed Deedat (Allahu yarham) dan Zakir Naik juga menguasai Injil, Weda, Tripitaka dan Bhagavad Gita.. Mungkin inilah yg menyebabkan mereka ditakuti dunia barat dan kalangan non-Islam lainnya..

Dgn izin ALLAH, guru dan murid tersebut telah mengislamkan banyak orang melalui pengkoreksian isi beberapa kitab suci yg salah kutip..

Ahmed Deedat (Allahu yarham) terlihat lebih "berani" dgn langsung mendatangi lokasi, sedangkan Zakir Naik menggunakan cara yg lebih "soft" yaitu mengajak diskusi atau debat terbuka.. Meski demikian, mereka memiliki tujuan kemaslahatan yg sama..

Setelah kematian Ahmed Deedat tahun 2005 silam, Zakir Naik yg meninggalkan pekerjaannya sebagai dokter demi dakwah itu masih berjuang utk Islam..

Teringat ketika Ahmed Deedat (Allahu yarham) dijenguk oleh Zakir Naik semasa sakit, beliau menangis haru dan berkata: "aku belajar selama 40 tahun, tapi kau hanya memerlukan waktu 4 tahun utk bisa sehebat ini".. Anak didiknya itu pun menjawab: "jika aku tidak mendapat pondasi 40 tahun yg kokoh darimu, aku akan berjuang 44 tahun lamanya"..
*
Semoga ALLAH ridhai perjuangan mereka, agar kelak bisa terlahir pejuang-pejuang Islam yg mampu meneruskan jihadnya..
Read more

Prabowo dan Prajurit yang Tertidur di Emperan Istana


27 JULI 1996 Anda semua Pasti Ingat semuanya, Penyerangan Kantor PDI Oleh Pasukan Megawati dan terbunuhnya 3 orang Pam Swakarsa oleh Satgas Pendukung Megawati... dari Kisah ini akan ketahuan semua siapa pejabat saat itu.... Kalau tidak salah Pangdamnya saat itu adalah Sutiyoso.
Seluruh Kopassus pun di Alarm siaga-1, baik yang di Cijantung, Sol...o, Serang dan Batujajar, setelah seluruh Pasukan berkumpul dan siap diberangkatkan ke Posnya Masing masing... 2 SSK pasukan diperintahkan untuk menjaga Istana Kepresidenan dan beberapa Obyek Vital di Jakarta, termasuk pasukan yang berada di Batujajar.... Jika Tidak Salah.. salah Satu Komandan SSK saat itu adalah Kapten Andika Perkasa (Menantunya Hendro Priyono)
Entah siapa yang memulai penyerangan saat itu, yang jelas ada yang terbunuh....Selama Mengamankan Istana, untuk menghilangkan kejenuhan Pasukan melakukan berbagai macam Olah Raga dan kegiatan lain, Patroli dan Jaga Malam dilaksanakan secara tertib... namanya Siaga tetap saja ada yang Kurang, Biasa.... Makan dari Dapur Lapangan, MCK tidak bisa terpenuhi seluruhnya... bahkan adaanggota yang mandi menggunakan air buangan AC yang ditampung di Ember
Pada suatu Pagi kira-kira Jam 06.00 WIB tiba-tiba Petugas Taman Istana berlari ke arah Pos Pom dan menyampaikan "08 (Kode utk Prabowo) sudah dipintu belakang Istana dan akan menghadap Presiden Soeharto.... Kami yang mendengar hal tersebut segera memberitahukan beberapa Perwira dan Unsur Komandan, tapi terlambat, Mobil Pak Parbowo sudah berada disebelah Kiri Istana dan Pak Prabowo pun turun berjalan dengan cepat, melihat kedatangan Pak Prabowo, Prajurit yang sedang terjaga segera ingin membangunkan 2 orang temannya yang sedang tertidur di Emperan Istana hanya beralaskan Matras tapi posisi Pak Prabowo sudah dekat, Prajurit tersebut berlari ke belakang memberitahukan Dantonnya di Belakang.... ketika Dantonya datang dan memberikan Laporan kepada Pak Prabowo, tapi tiodak digubris Oleh Pak Prabowo, Pak Prabowo terhenti tepat di depan 2 orang Prajurit yang tertidur di Emperan beralaskan Matras.
Terlihat Pak Prabowo berjongkok dan mengelus Kepala Prajuritnya, tanpa dia membangunkan Prajuritnya yang terlelap, Dantonnya pun berinisiatif untuk membangunkan anggotanya tapi di larang oleh Pak Praboro "Biarkan dia Tidur, jangan dibangunkan" Kata Pak Prabowo...
"Siapa yang bertanggung jawab pengerahan Pasukan disini ? dan seluruh unsur Komandanya menghadap saya di sini..." Perintah Pak Prabowo
"Siap dilaksanakan " jawab Dantonnya (Kalau tidak Salah Namanya Letnan Agus Supriatna), kemudian mengontak Danyon dan Danki diperintahkan menghadap Danjen di samping kiri Istana... kemudian seluruh Perwira datang dengan heran, dalam hati mereka pasti bertanya tanya ada kejadian apa ?
"He... Perwira, inikan Anggotamu, mengapa dia tidur di Emperan dan menggunakan Matras, apa kalian tidak di beri Velbet dan Tenda ?" tanya Pak Prabowo...
"Siap, Velbet dan Tenda belum didukung oleh Kodam Jaya" Jawab Danyon...
"Bukanya kalian BKO ke Kodam Jaya, mengapa mereka tidak mendukung?"
"Siap Belum Tahu" Jawab Danyon.
"Bagaimana makan kalian?" tanya Pak Prabowo
"Siap dari Dapur Lapangan Kopassus" Jawab Danyon
Mati Kutu, sialnya seluruh orang disitu sikap sempurna dan Kaku seperti Patung, 2 orang Prajurit yang tertidur tidak sedikitpun terbangun, bahkan tambah lelap.
"Kamu Kontak Asop dan Aslog Kadam Jaya serta Dokter, suruh dia menghadap saya sekarang disini...!" perintah Pak Prabowo...
Pak Prabowo pun masuk kedalam ruangan, tapi memerintahkan agar 2 orang Prajuritnya jangan dibangunkan.
Datanglah 2 Kolonel dengan tergesa gesa, nampak wajahnya sangat ketakutan luarbiasa.... kemudian dilaporkan ke Pak Prabowo, pejabat yang di Panggil siap Menghadap, Pak Prabowo keluar dari ruangan dan langsung menuju ke arah 2 Kolonel tersebut,
"Kaliankan yang meminta Pasukan saya, mengapa mereka terlantar di Istana, mereka Makan, tidur dan MCK tidak Jelas, dimana tanggung jawab kalian, Kamu Tahu Prajurit ini Mahal, Berapa Uang Negara dan Rakyat dihabiskan untuk mendidik dan membentuk mereka? bukankah Orang tuanya menitipkan anak mereka ke kita untuk menjadi Pengawal Negara, mengapa mereka Bisa terlantar ?"
"Siap, sedang kami siapkan..." Jawab salah satu Kolonel
"Siapkan ? bukan kah mereka sudah berhari hari di sini, kamu jangan banyak alasan dan jangan pernah menyepelekan Prajuritmu, mereka siang Malam siaga, Patroli dan Kamu enak enakan di Kantor, kamu turun ke Lapangan cek Pasukan " tiba-tiba terdengar Suara "TRAK" stik pun Patah diiringi dengan Suara "SIAP...!"
Jawaban Klasik "Siap Salah...!"
"Mana Dokter?" Tanya Pak Prabowo
"Siap Komandan" Jawab Dokter
"Kamu Cek 2 orang Prajurit saya yang tidur itu, badan mereka Panas, sepertinya mereka demam" perintah Pak Prabowo
Dokterpun membangunkan 2 orang Prajurit tersebut, Tampak 2 orang Prajurit tersebut terbengong bengong melihat Banyak orang melihat ke arah mereka termasuk Pak Prabowo, dan merekapun berdiri, seketika Ngantuknya hilang dan mengambil sikap sempurna.... setelah di cek, ternyata benar mereka Demam Panas dan segera di bawa oleh Tim Kesehatan untuk di Obati...
"Kalian jangan sembrono, Cek anggota kalian jangan sampai mereka Sakit dan Kalian tidak tahu, dan saya tidak Mau Tahu, setelah saya menghadap, Tenda sudah berdiri, Mobil MCK sudah disini dan Velbet untuk mereka tidur sudah ada disini terserah bagaimana cara kalian, Barang barang itu sudah ada disini dan tergelar, jika tidak ada Velbet... Kamu Bawa Springbed kesini, Prajurit saya ini juga Manusia jangan diterlantarkan seperti ini....
"Siap dilaksanakan" Jawab Perwira hendak balik kanan
Tiba-tiba Pak Prabowo menghentikan mereka "Tunggu dulu, mereka hanya dapat Makan dari Dapur Lapangan Kopassus kan, Mulai hari ini mereka Makan 6 kali satu Hari, Mereka Boleh Sarapan Pagi di Ruang Makan Pegawai Istana, sampaikan kepada Kepala Dapur Istana, untuk ULP dari Mabesad, Kodam Jaya dan Pemda DKI diuangkan saja serahkan kepada mereka, Utuh tanpa dikurangi satu Sen pun.."
"Siap ! " Komandan Perwira pun berhamburan dan Pak Prabowo masuk ke dalam Istana.
Tidak sampai Dua Jam, Velbet pun datang masih terbungkus Plastik dan cukup untuk seluruh Prajurit yang melaksanakan Siaga di Istana, ketika Pak Prabowo keluar, seluruh nya sudah tergelar.....
"Kalian harus melaksankan perintah dengan serius jangan membijaksanai, Kita ini sama-sama mengabdi kepada Negara, porsinya sama yang membedakan hanya wewenang, Jangan kalian menggunakan Gaya Katak, ke atas menyembah dan menjilat, teman disamping kaliang singkirkan dan yang dibawah kalian injak injak" JANGAN GAYA KATAK...!
Itulah sisi lain dari Pak Prabowo, Keras tapi mendidik, beliau sangat sayang dengan Prajuritnya dan Memanusiakan Manusia....
Read more

11 Tips dari Ayah Musa untuk Jadikan Musa yang Berumur 7 tahun, Sudah Hafal 30 juz Al Quran, dan Lebih dari 1.000 Hadits


Saat menunggu di Bandara Soekarno Hatta kemarin, bertemu dengan Abu Musa. Pertemuan yang pasti direncanakan Allah. Ngobrol dari jam 14.30-16.00, ana nyontek ilmu bagaimana beliau menjadikan Musa yang berumur 7 tahun itu sudah mutqin hafal 30 juz.

Info tambahan, Musa sudah hafal ‘Umdatul Ahkam, Arbain Nawawi, Arbain hadits ust Abdul Hakim bin Amir Abdat, dan telah selesai Durusul Lughoh. Sekarang sedang menghafal Bulughul Maram. Semua program menghafalnya Musa dilakukan mandiri oleh Abu Musa di rumah saja!

1. Pada awalnya Musa kata beliau juga sulit menghafal sebagaimana umumnya anak, namun dengan ketekunan akhirnya hafal juga. Kunci paling penting adalah Murajaahnya alias mengulang-ulang hafalan. Perlu diketahui juga Abu Musa tidak hafal semua itu, namun bisa menjadikan Musa hafal dengan kuat.


2. Pergaulan dijaga. Bisa dikatakan Musa kurang bergaul dengan banyak anak, karena memang niat abinya untuk menjaga hafalan.

3. Televisi jauh jauh dah. Musa sangat dijaga jangan sampai nonton televisi. Bukti, pas ana ngobrol dengan beliau di ruang tunggu kebetulan pas di depan televisi beliau minta pindah. Pindah yuk, akh. Takut Musa nantinya lihat televisi, kata beliau.

4. Makanan dijaga. Sari kurma, madu dan propolis selalu diberikan kepada Musa dan adik-adiknya. Menghafal membutuhkan banyak energi!

5. Rutinitas harian Musa adalah: pagi setengah jam sebelum subuh, tahajud menjadi imam untuk adik-adiknya. Kemudian Subuh berjamaah di masjid. Setelah Subuh murajaahnya sampai jam 9 pagi. Musa kuat murajaah 10 juz dalam sehari secara rutin! Antum berapa, hayoo..

6. Jam 9-10 Makan pagi dll.


7. Jam 10-Dhuhur: Tidur siang. Tidur ini hukumnya wajib untuk Musa.

8. Habis Dhuhur nambah hafalan baru sampai Ashar.

9. Bada Ashar sekarang Musa sedang menghafal Bulughul Maram.

10. Jam 5-maghrib: Waktu bermain

11. Maghrib-Isya: Ikut taklim abinya. Sebelum Abinya nyampaikan taklim, Musa mengawali dengan membaca hafalannya. Dan terkadang hadirin dipersilakan bertanya mengetes. Ini berjalan hampir setiap hari.

Dan unik dan kadang bikin geli, banyak sekolah-sekolah yang mengundang Musa dan ayahnya, dan pengin belajar cara menghafal. Padahal semua tahu, Musa kan ‘tidak sekolah’. Jadi yang sekolah malah belajar sama yang ‘tidak sekolah’.

Saat bertemu, saya langsung tanya, Abu Musa, ya? Kemudian langsung menebak beliau mau ke Mesir untuk lomba Tahfidz sedunia. Dan benar. Dia satu-satunya yang mewakili Indonesia. Semoga menang, Musa!

Semoga obrolan ini menginspirasi semua orang tua. Monggo [ ]

===

Sumber: Rohmanto Abu Al Laits



Sumber: http://www.akhwatmuslimah.com/2016/04/16/4291/subhanallah-11-tips-ayah-musa-jadikan-musa-berumur-7-tahun-sudah-hafal-30-juz-al-quran-dan-lebih-1-000-hadits/#ixzz4679Z16wf 
Follow us: @akhwatm on Twitter | akhwatmuslimahcom on Facebook
Read more