Showing posts with label Hukum Islam. Show all posts
Showing posts with label Hukum Islam. Show all posts

Kafir Dalam Islam


Copas fb muhammad fathoni

Maaf, tulisan ini hanya ditujukan untuk kaum muslimin

Kafir itu berasal dari kata "kafaro كفر" (arab) dan serupa dengan kata "cover" (inggris) yang artinya menutup.

Terminologinya yaitu sesiapa saja yg menutup diri bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad Utusan Allah.

Hal ini bahkan diakui oleh ahli bahasa Indonesia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kafir adalah orang yang tidak percaya kepada Allah dan rasul-Nya.

Sebenarnya lebih halus penyebutan kata kafir ini daripada non muslim.

Muslim artinya Selamat
Non muslim = tidak selamat

Tapi karena paradigma yg berkembang yg sudah menjadi turun temurun khusus nya di indonesia konotasi kata 'kafir' cenderung negatif maka bagi mereka yg di luar islam kalo disebut kafir tersinggung..

Atau mungkin menganggap dirinya sama seperti para atheis dan penyembah berhala jika disebut kafir.

Kafir bahkan bisa dirinci lagi jenisnya

1. Kufur at-tauhid (Menolak tauhid): Dialamatkan kepada mereka yang menolak bahwa Tuhan itu satu.

Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. (Al-Baqarah ayat 6)

2. Kufur al-ni`mah (mengingkari nikmat): Dialamatkan kepada mereka yang tidak mau bersyukur kepada Tuhan

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku (la takfurun). (Al-Baqarah ayat 152)

3. Kufur at-tabarri (melepaskan diri)

Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dan daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu (kafarna bikum)..." (Al-Mumtahanah ayat 4)

4. Kufur al-juhud: Mengingkari sesuatu

..maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar (kafaru) kepadanya. (Al-Baqarah ayat 89)

Dan dalam keyakinan Islam, setiap yang kafir secara hakiki akan masuk neraka sebagaimana dinukil dalam shahih Muslim, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَالَّذِى نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لاَ يَسْمَعُ بِى أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الأُمَّةِ يَهُودِىٌّ وَلاَ نَصْرَانِىٌّ ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِى أُرْسِلْتُ بِهِ إِلاَّ كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ

“Demi jiwa Muhammad yang berada di tangan-Nya. Tidak ada seorang pun dari umat ini (yaitu Yahudi dan Nashrani), lalu ia mati dalam keadaan tidak beriman pada wahyu yang aku diutus dengannya, kecuali ia pasti termasuk penduduk neraka.” (HR. Muslim dalam Al Iman 153, Musnad Ahmad bin Hambal 2: 317)

Tentu saja, perlakuan pada kafir tersebut tidak disamaratakan dalam hal muammalah. Para ulama membagi orang kafir menjadi tiga kategori. Imam Ibnu al-Qayyim rahimahullah mengatakan : “Setelah surat Barâ`ah (at-Taubah) turun, masalah orang kafir terbagi menjadi tiga golongan : kafir harbi (al-muhâribîn), ahlu al-‘ahd dan ahlu adz-dzimmah.

1. Orang kafir harbi (al-muhâribîn) yakni seluruh orang musyrik dan Ahli kitab yang boleh diperangi atau semua orang kafir yang menampakkan permusuhan dan menyerang kaum Muslimin

2. Orang kafir yang memiliki perjanjian dengan kaum Muslimin (ahlu al-‘ahd) yaitu orang kafir yang minta suaka atau perlindungan keamanan (al-musta`min) dan yang memiliki perjanjian damai yang disepakati (al-mu’âhad).

3. Orang kafir ahlu dzimmah (adz-dzimmi). Golongan inilah yang paling banyak memiliki hak atas kaum Muslimin dibandingkan dengan golongan sebelumnya. Karena mereka hidup di negara Islam dan di bawah perlindungan dan penjagaan kaum Muslimin dengan sebab upeti (jiz-yah) yang mereka bayarkan.

Begitulah kira-kira menurut pemahaman yg saya dapat, kalo ada yg mau koreksi silahkan

Untuk lebih memperkaya, saya sertakan juga tulisan di bawah ini

#################

KAFIR

Salah satu ciri orang kafir yang paling utama, adalah ingkar (menolak/tidak percaya/ragu) dengan kenabian Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan risalah yang beliau bawa. (Silakan baca kitab-kitab tafsir, aqidah, mu'jam fiqih, dan lain-lain).

Karena itu, setahu saya, tidak ada khilaf di kalangan ulama yang menjadi rujukan, bahwa ahlul kitab, musyrikin penyembah berhala, dan semua yang beragama selain agama Islam, adalah orang-orang kafir.

Penilaian kafir semacam ini adalah penilaian secara zhahir di dunia, dan mengikat pada hal-hal yang bersifat amal di dunia. Adapun keadaannya di akhirat, apakah ia benar-benar dianggap kafir oleh Allah ta'ala, atau jangan-jangan dia berislam namun tidak ketahuan (kecuali yang ditegaskan kekafirannya di dalam nash), itu urusan lain lagi. Begitu juga, adanya peluang orang yang kafir saat ini, namun di kemudian hari masuk Islam, itu bahasan yang berbeda juga.

Yang perlu diperjelas adalah, setiap orang yang tidak beriman kepada kenabian Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan risalah yang beliau bawa, saat ini, maka ia kita katakan sebagai orang kafir. Secara zhahir, kita hukumi ia sebagai orang kafir, dan berlaku baginya ketentuan-ketentuan yang terkait dengan kekafirannya.

***

Apa yang saya sampaikan ini, sebenarnya cukup jelas, bahkan bagi orang-orang yang baru belajar ilmu tauhid atau aqidah pun, perkara ini sudah cukup jelas.

Namun sayangnya, akhir-akhir ini banyak bertebaran tulisan yang membuat kabur hal ini. Ada yang membahas dari sisi, bahwa ayat-ayat yang membahas kekafiran itu adalah untuk diri kita sendiri, bukan vonis bagi orang lain. Bagi yang pernah belajar tasawuf, tentu paham, bahwa kecenderungan kalangan sufi adalah mengarahkan setiap tuntunan agama kepada diri pribadi, bukan sibuk mengurus orang lain. Ini bukan perkara yang saya ingkari.

Namun, ada ungkapan yang masyhur, bahwa tasawuf (atau dengan bahasa lain, bagi yang anti istilah tasawuf, disebut tazkiyatun nafs) itu tidak boleh dipisahkan dengan fiqih dan/atau syariat. Artinya, silakan pakai kecenderungan tasawuf, tapi fiqihnya jangan ditinggalkan di tengah jalan. Itu kalau anda tak mau tertuduh sebagai zindiq.

Tentang istilah kafir, marilah kita kembali pada pemahaman para ahli tauhid dan fiqih, jangan dikaburkan maknanya ke mana-mana.

Ada yang dengan samar-samar menyatakan bahwa non-muslim tidak otomatis kafir. Seakan ia ingin mengarahkan kita, "Jangan sebut kafir orang-orang yang tidak percaya pada kenabian Nabi Muhammad dan risalah yang beliau bawa." Untuk yang berpendapat seperti ini, mari kita katakan, "Hallooo, ulama mana yang anda ikuti?"

Wallahu a'lam.

~ Muhammad Abduh Negara ~
Read more

Waspada, Penguasa Ruwaibidhah


Saya heran, mengapa hadits Nabi yang mulia ini jarang dibahas bahkan hampir tak terdengar, atau jangan-jangan kitanya yang lalai dan tidak mau tahu?

Rasulullah ﷺ bersabda;

«اسْمَعُوا، هَلْ سَمِعْتُمْ أَنَّهُ سَيَكُونُ بَعْدِي أُمَرَاءُ؟ فَمَنْ دَخَلَ عَلَيْهِمْ فَصَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَلَيْسَ مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُ وَلَيْسَ بِوَارِدٍ عَلَيَّ الحَوْضَ،َ»

"Dengarkanlah, apakah kalian telah mendengar bahwa sepeninggalku akan ada para pemimpin? Siapa yang masuk kepada mereka, lalu membenarkan kedustaan mereka dan mendukung kezhaliman mereka, maka dia bukan bagian dari golonganku, dan aku juga bukan bagian dari golongannya. Dia juga tak akan menemuiku di telaga." (HR. At-Tirmidzi, An-Nasai dan Al-Hakim)

Saudaraku! Tahukah anda apa itu telaga Nabi ﷺ?

Setiap Nabi memiliki telaga, dan mereka berbangga dengan banyak pengikutnya yang akan singgah padanya di akherat nanti.

Telaga Rasul kita Muhammad ﷺ adalah yang paling luas dan paling ramai. Padanya ada gelas yang jumlahnya seperti bintang di langit. Siapa yang meminum air darinya maka tidak akan pernah haus selama-lamanya.

Telaga ini terletak di padang Mahsyar sebelum para hamba melewati titian shirath. Airnya mengalir dari sungai / telaga Kautsar yang ada di surga.

Namun sayang, ternyata ada umat Nabi ﷺ yang akan diharamkan meminum air dan diusir dari telaganya.

Tahukah anda wahai saudaraku, siapakah mereka itu?

Akan ada pemimpin-pemimpin yang pandai berdusta dan menzhalimi rakyatnya. Maka siapa saja yang;

1. Berkawan dengan mereka;
2. Selalu membenarkan keputusan pemerintah zhalim, meskipun dengan modal dusta;
3. Mendukung mereka menzhalimi rakyat;
4. Tidak mau tahu walau faktanya demikian tapi tetap ngotot membenarkan pemimpin yang zhalim.

Maka Rasulullah ﷺ mengancam mereka;

1. Mereka tidak akan diakui sebagai pengikut Rasulullah ﷺ. Meskipun mereka merasa diri sebagai pengikut Sunnah / Salaf.
2. Rasulullah ﷺ tidak sudi dianggap oleh mereka. Wa Lastu Minhu
3. Mereka akan diusir dari telaga Nabi ﷺ.

Wahai para Ulama ...
Wahai para Ustadz ...
Wahai para Muslim ...
Ittaqullah, takutlah kepada Allah!!!
Ta'atilah Rasulullah SAW

Kalian semua merasa di atas Sunah Rasulullah ﷺ, padahal beliau tidak mengakui. Karena kalian selalu membela penguasa yang zhalim dengan dalih ulul Amri, padahal sudah jelas berkali-kali mendzholimi umat Islam malah mendukung penista ayat suci, dan mengkriminalisasi ulama.

Allah SWT berfirman:

ۚ وَلَوْلَا كَلِمَةُ الْفَصْلِ لَقُضِىَ بَيْنَهُمْ ۗ وَإِنَّ الظّٰلِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
_"Dan sekiranya tidak ada ketetapan yang menunda (hukuman dari Allah) tentulah hukuman di antara mereka telah dilaksanakan. Dan sungguh, orang-orang zalim itu akan mendapat azab yang sangat pedih."_
(QS. Asy-Syura: Ayat 21)

Bukankah Nabi yang mulia pernah mengingatkan kita dari semenjak empat belas abad setengah yang lalu - kurang lebihnya -;

غير الدجال أخوف على أمتي من الدجال؟

_"Selain Dajjal ada yang lebih aku takuti atas umatku?"_
Karena khawatir beliau masuk ke dalam rumahnya, maka aku (Abu Dzar Al-Ghiffari, rawi hadits ini) bertanya;

يا رسول الله أي شيء أخوف على أمتك من الدجال؟

"Wahai Rasulullah sesuatu yang lebih engkau takuti menimpa umatmu selain Dajjal itu apa?"

Beliau menjawab;

الأئمة المضلين
_"Para pemimpin yang menyesatkan."_

Allah Ta’ala berfirman,

يُخٰدِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّآ أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ

"Mereka menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanyalah menipu diri sendiri tanpa mereka sadari."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 9)

Saudaraku hati-hati dalam memilih pemimpin, karena semuanya akan dimintai pertanggungjawaban dihadapan Allah kelak di akherat.

Allah Ta’ala berfirman :

"Barang siapa diantara kamu berteman baik, menjadi penolong, teman setia, menjadikan mereka orang-orang munafik atau Kafir yang memusuhi agamamu menjadi pemimpin, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sungguh Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zhalim".
"Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan dalam (menghadapi) orang-orang munafik, Padahal Allah telah membalikkan mereka kepada kekafiran, disebabkan usaha mereka sendiri ? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang-orang yang telah disesatkan Allah? Barangsiapa yang disesatkan Allah, sekali-kali kamu tidak mendapatkan jalan kepadaNya.."

(Lihat QS. An-Nisa : 88-89, 138-139; Ali-'Imran :118; At-Taubah :16; Al-Mujaadilah :14-15, 22; Al-Mumtahanah :1&13)
Read more

Jangan Mudah Meminjam Uang


Temanmu atau saudaramu yang punya banyak uang itu.. Bukan berarti mereka tak punya urusan. Sehingga dengan mudahnya kita berpikir..
.
"Duitnya kan banyak, aku bisa pinjem kayaknya.."
.
Kawan-kawan..
Uang banyak itu, bukan berarti uang yang tidak untuk dipakai.. Atau uang nganggur. Yang dengan mudahnya bisa dipinjam.
.
Pahami..
Mereka yang uangnya lebih banyak dari kita, bisa jadi karena sabarnya pun lebih banyak dari kita.
Mereka banyak "Puasa" menahan diri dari membeli yang tidak perlu..
Karena ingin membeli sesuatu yang lebih penting dengan uang yang dikumpulkan tadi, yang harganya memang mahal.
Mungkin pingin beli rumah atau kendaraan dengan cara Cash tanpa Riba. Dan itu perjuangan yang tak mudah..
.
Uang banyak itu bukan dikumpulkan dalam sehari, dan belum tentu mereka bisa melalukan hal yang sama lagi. Hanya karena punya alasan kuat, mereka bisa melakukannya.
Sedikit demi sedikit uang dikumpulkan untuk mewujudkan impian. Jangan tiba-tiba datang dan kemudian berusaha memintanya.
.
Jangan mudah meminjam uang jika melihat teman atau saudara sedang terlihat berada. Karena jika teman atau saudara sudah meminta..
Maka saat itulah ia sedih dan bingung, antara memilih impian keluarganya, atau memberikan pinjaman kepada yang meminta.
.
Belum lagi resiko yang lain..
Yaitu rusaknya silaturahim. Karena sesungguhnya, hutang adalah pemutus silaturahim yang paling tajam.
.
Karena hutang yang tak kunjung terbayar. Membuat pertemanan jadi renggang, jadi hilang saudara. Yang berhutang jauh lebih keras bicaranya dari yang memberi hutang..
.
Ini bukan sindiran.. Tapi pengingat, juga untuk diri saya sendiri.
.
Karena begitu banyak saya melihat dan mengalami. Banyak yang sepertinya begitu mudah meminjam uang. Tak peduli apakah nanti bisa membayar atau tidak, yang penting dirinya sendiri selamat dulu. Urusan sama yang punya duit dipikir belakangan. Ini bukan akhlak yang baik saudaraku..
.
Sama saja kita melempar beban kepada orang lain. Dan sengaja membuat orang lain jadi sulit.
.
Itulah kenapa Rasulullah Sholallahu'alaihi wassalam yang berakhlak mulia itu, selalu berdoa untuk berlindung dari hutang.
.
Berhutang tentu boleh.. Karena agama pun membolehkan dan mengaturnya. Akan tetapi, pikirkan puluhan kali sebelum mengambil jalan.
Jangan sampai tak punya persiapan untuk membayar, atau jangan sampai mengorbankan pertemanan dan persaudaraan.
.
Dan yakinlah.. Bahwa Alloh maha luas rezeki nya.. Utamakan dulu doa dan ikhtiar. Lalu berserah diri kepada Alloh.
Andai nanti Alloh hadirkan orang baik yang ikhlas memberi pinjaman, maka itu adalah kemudahan, bukan jalan perusak hubungan.. Insyaallah..
.
Maafin..maafin..
Sekali lagi, ini bukan tertuju kepada siapapun. Hanya kegelisahan saja sebagai sesama muslim melihat begitu banyak orang yang mudah berpikir meminjam uang, tapi tak siap berpikir bagaimana mengembalikannya.
Read more

Berhati - hati Di Usia 35 - 40 Tahun


Umur 35 tahun - 40 tahun ialah umur dimana kebanyakan kita mula diuji. Ujian boleh datang dari ibubapak (jatuh sakit, kematian), atau dari pasangan hidup (perceraian, jatuh sakit, pertengkaran) atau dari anak-anak yang meningkat remaja.

Memang bermula 35 tahun - 40 tahun, Allah akan memanggil kita pulang bertaubat kepadaNya. Panggilan dari Allah selalunya berbentuk ujian. Karena hanya dengan itu kita akan kembali bersimpuh dan bersujud mengadu dan memohon pertolonganNya.

Orang yang bijak akan memperbaiki diri dan amalannya, memperbaiki hubungan dengan ahli keluarga dan pasangannya, berhemat menyimpan untuk hari tuanya. Semua dengan niat mau berkumpul bersama di syurga nanti.

Orang yang kurang bijak tetap terlena dan langsung tak membuka hati terhadap panggilan Allah malah tetap terlena dengan kemewahan dunia, berkumpul dengan rekan² dan kurang memberi perhatian kepada suami/isteri/anak²

Usia 35 - 40 ini menjadi lebih menarik apabila al-Quran di dalam surah "al-Ahqaaf ayat 15" ada menyebut tentang itu. Allah berfirman yang bermaksud,

"Dan kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dengan menanggung susah payah dan telah melahirkannya dengan menanggung susah payah.
Sedang di saat mengandungnya berserta dengan menyusuinya dalam masa tiga puluh bulan.
Setelah ia besar sampai ke peringkat dewasa yang telah sempurna kekuatannya dan sampai ke peringkat umur empat puluh tahun, berdoalah ia dengan berkata: "Wahai Tuhan ku, ilhamkanlah daku supaya tetap bersyukur akan nikmat-Mu yang engkau kurniakan kepadaku dan kepada ibu bapaku, dan supaya aku tetap mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhoi dan jadikanlah sifat-sifat kebaikan meresap masuk ke dalam jiwa zuriat keturunanku. Sesungguhnya aku bertaubat kepadaMu dan sesungguhnya aku dari orang-orang Islam (yang tunduk patuh kepada Mu)."

Ada segelintir golongan yang sudah berumur 50 tahun, 60 tahun, malah 70 tahun, masih memikirkan mobil mewahnya, tanaman Duriannya, ternak kerbaunya, harta2nya, anak2 dan cucu2nya. Alangkah baiknya jika apabila sudah berumur, masa diisi untuk mendengar Kuliah Agama, ibada di Masjid, Umrah, Haji dan sebagainya.

Ada yang masih merasakan diri muda belia. Melayani nafsu yang marak menyala padahal kerut dan uban dah tumbuh merata. Sibuk mencari cinta diluar, sedangkan rumahtangga yang halal dibiar berantakan.

Ada yang mwrasa masih sehat, walaupun sahabat2, saudara banyak yg sudah meninggal, kadangkala tanpa disangka. Itu semua hanya menjadi bahan cerita "ehh, tak disangkaaa...muda, sehat lg, tp meninggal di usia muda.."

Amatlah menyedihkan tatkala orang lain bersiap bertemu Tuhan, kita masih lalai dibuai perasaan akibat tertipu dengan nafsu sendiri.

Nafsu memang tak pernah tua. Ia sentiasa muda dan galak. Yang semakin lelah dan tua adalah tubuh dan kodrat kita.

Rasanya jika Tuhan menghalang tubuh manusia mengalami penuaan, pasti kita semua lebih peka untuk menyahut panggilan pulang.

Sehingga tiba saat roh kita diseret kembali merengkuk di hadapan Tuhan.

Kita hidup di dunia, tidak lama.. Rasulullah, Sallallaahu alaihu wasallam, telah bersabda:

“Umur-umur umatku antara 60 hingga 70 tahun, dan sedikit orang yang bisa melampaui umur tersebut”. [HR. Ibnu Majah: 4236].

Kalau sekarang kita rasa 35 - 40 tahun atau 70 tahun itu lama, bagaimana setelah alam barzakh atau akhirat juga kita dibangkitkan dan hidup dalam waktu yang sangat lama, SATU HARINYA = RIBUAN TAHUN…

Ingat, ketika itu tak ada yang berguna kecuali amal baik kita..

Oleh karena itu, lihatlah diri Anda, sudahkah kita mempersiapkanny.?!

Allah ta’ala berfirman (yang artinya):

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah, dan LIHATLAH DIRI MASING-MASING apakah yang sudah ia PERSIAPKAN untuk KEHIDUPAN ESOKNYA”. [Al-Hasyr:18]

Copas Ummu Khairunnisa
Read more

Rahasia Sujud Dalam Sholat

​

1. Sujud melibatkan 5 anggota badan yang bertumpu pada bumi, yaitu :​
- dahi,
- hidung,
- kedua telapak tangan,
- lutut, dan
- kedua ujung kaki (jari).
​2. Sujud adalah konsep:​
- merendahkan diri,
- memuji Allah SWT, dan
- memohon segala macam hajat kepada Allah swt.
​3. Sekaligus, mengikis sifat tercela:​ - riya, - sombong, - ujub, dan
- takabur dan lain-lain.
​4. Dr Fidelma O'Leary, Phd Neuroscience dari St Edward's University,
telah menjadi mu'allaf, karena mendapati fakta tentang manfaat sujud bagi kesehatan.​
​5. Dalam kajiannya ditemukan bahwa ada beberapa urat saraf di dalam otak manusia yang tidak dimasuki darah dan urat ini hanya dimasuki darah ketika manusia bersujud.​
(lebih lama setelah Sholat Subuh).
​6. Tetapi urat saraf ini hanya memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja, yaitu pada waktu-2 sholat yang telah ditetapkan (subuh, zuhur, asar, maghrib dan Isya').​
​SubhanAllah...​
​7. Jadi, siapa yang tidak solat maka urat ini tidak menerima darah sehingga otaknya tidak berfungsi secara normal.​
​8. Salah satu indikasinya adalah timbul macam-macam gejala sosial di masyarakat yg tidak solat saat ini.​
​9. Karena letak otak di atas jantung, maka kata Prof Hembing, jantung hanya mampu menyalurkan 20% darah ke otak manusia, maka dibantu lagi dengan sujud yang lebih lama agar dapat menambah kekuatan aliran darah ke otak.
​10. Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan Rasulullah saw, supaya kita sujud berlama-lama pada raka'at terakhir.
​11. Manfaat sujud berlama-lama ini adalah untuk :​
1. Mencegah pening,
2. Terhindar migrain,
3. Menyegarkan otak,
4. Menajamkan akal dan
fikiran (lebih sensitif),
5. Melonggarkan sistem
pernafasan,
6. Memperbaiki kandung rahim yang turun,
7. Menjaga dan menguatkan kedudukan
bayi dalam kandungan.
8. Menghindarkan kandungan sungsang dan lain lain.
​12. Dan yang menakjubkan, jika kita memperhatikan, bentuk saraf yang ada dalam otak kita berbentuk seperti orang yang sedang sujud...​
MasyaAllah
​13. Jika anda membagikan ini kepada 1 orang artinya anda sudah menyebarkan 10 kebaikan di akhirat.​
​Insya Allah...​...!!!!
Read more

Pembentukan Usaha Supermarket 212 Muslim (m212m)



Itu foto rapat umum pembentukan usaha supermarket 212 muslim (m212m)...
Subhanallah 👍👍👍 pukul 16.00....tadi sdh langsung ke Notaris mendirikan PT;

1. Bu Asma Ratu Agung ISMI Pusat serahkan sertifikat tanah sebagai penjamin senilai 15 Milyar.

2. Bapak m.yunus dari Jakarta mengihlaskan 6 rumah' beliau di Jakarta untuk mengawali pendirian Supermarket Muslim 212 di wilayah Jakarta, Banten dan Tangsel

3. SEORANG Notaris...In sya Allah istri Mahendradatta TPM mewakafkan dirinya untuk mensupport pendirian PT.

4. Sudah langsung dibuat halaqoh2 berdasarkan wilayah tempat didirikan super market Muslim 212

Subhanallah animo kaum muslimin luarrrr biasa ....banyak yg pada semangat dan menitikkan air mata

Ada lagi seorang ahli IT yg mewakafkan dirinya untuk membuat sistem nya....baarokallah


Read more

Sebenernya Kita ini Mau Kemana..?..


Kita hidup di zaman ketika berita kemenangan tim sepakbola Indonesia berbaur seketika dengan tragedi perang Suriah. Ketika penemuan energi terbarukan di Jerman menyembul bareng dengan kematian seorang pelajar karena tikaman geng motor di Yogya.
Ketika kesyahduan tilawah Muzammil Hasballah terdengar serentak dengan cacimaki para pendukung pilkada.
Zaman apakah ini? Sebuah percampuran dan orkestrasi yang aneh, berjalin berkelindan, berubah dari satu detik ke detik berikutnya, nyaris tanpa jeda.
Mungkin kita perlu sedikit berhenti dari ingar bingar ini, sembari bertanya-tanya: Fa aina tadzhabun? Hendak kemana kita dibawa dan pergi? Ini situasi tidak mengajak kita untuk berefleksi dan merenung tapi membuat kita merasa naik rollercoaster dengan laju yang sangat cepat, meliuk-liuk, entah mau bergerak ke mana kita diseretnya.
Hampir tiada ruang hening untuk tafakur karena setiap sudut2 kehidupan, secara temporal dan spasial, telah dikolonisasi oleh kepentingan2, identitas2, nama2, istilah2, stigma2. Sebuah simulakrum yang menyediakan arena permainan yang tampak liar dan tak terkendali. Sisi jiwa kita yang masih murni semoga masih terpelihara dan mampu melihat cahaya di ujung lorong peradaban ini.
Fa aina tadzhabun? Bagi yang percaya, jawabannya jelas: Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un......
Read more

Hedonic Treadmill:Tulisan mantan Rektor ITB, Prof. Akhmaloka

Hedonic Treadmill
Pertanyaan :
Kenapa makin tinggi income seseorang , ternyata makin menurunkan arti / fungsi / peran uang dalam membentuk kebahagiaan ?
Kajian-kajian dalam ilmu financial psychology menemukan jawabannya , yang kemudian dikenal dengan nama :
" hedonic treadmill ”.
Gampangnya , hedonic treadmill ini adalah seperti ini :
Saat gajimu 5 juta , semuanya habis.
Saat gajimu naik 30 juta per bulan , eh... semua habis juga. Kenapa begitu ?
Karena harapan / ekspektasi dan gaya hidupmu pasti ikut naik , sejalan dengan kenaikan penghasilanmu.
Dengan kata lain , nafsumu untuk membeli materi / barang mewah akan terus meningkat sejalan dengan peningkatan income-mu.
Itulah kenapa disebut hedonic treadmill :
Seperti berjalan di atas treadmill , kebahagiaanmu tidak maju-maju !!!
Nafsu materi tidak akan pernah terpuaskan.
Saat income 10 juta/bulan , mau naik Avanza.
Saat income 50 juta/bulan pengen berubah naik Alphard. Itu salah satu contoh sempurna tentang jebakan hedonic treadmill.
Hedonic treadmill membuat ekspektasimu akan materi terus meningkat.
Itulah kenapa kebahagiaanmu stagnan , meski income makin tinggi.
Ada eksperimen menarik :
Seorang pemenang undian berhadiah senilai Rp5 milyar dilacak kebahagiaannya 6 bulan setelah ia mendapat hadiah.
Apa yang terjadi ?
6 bulan setelah menang hadiah 5 milyar , level kebahagaiaan orang itu SAMA dengan sebelum ia menang undian berhadiah.
Itulah efek hedonic treadmill.
Jadi apa yang harus dilakukan agar kita terhindar dari jebakan hedonic treadmill ?
Lolos dari jebakan nafsu materi yang tidak pernah berujung ?
Terapkan lah gaya hidup yang bersahaja !!!
Sekeping gaya hidup yang tidak silau dengan gemerlap kemewahan materi.
Mengubah orientasi hidup !!!
Makin banyak berbagi , semakin banyak memberi kepada orang lain , teruji justru semakin membahagiakan...!!!
Bukan - lah banyak mengumpulkan materi yang membuat kebahagiaanmu terpuaskan !!!
When enough is enough.
Kebahagiaan itu kadang sederhana misal masih bisa menikmati secangkir kopi panas , memeluk anggota keluarga yang sehat , tersenyum memulai hari hari , berbagi peduli memberi makna dan manfaat terhadap sesamanya , menyapa dan mengasih tip ke tukang sampah , lanjut membaca "makanan" spiritual sepanjang perjalanan menuju tempat tugas berdzikir , berbakti untuk bangsa dan agama , maka betapa indahnya hidup ini !!!
Selamat menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya Saudaraku dan Sahabatku serta Temenku.
“ Bermegah-megahan telah melalaikan kamu "
" Sampai kamu masuk ke dalam kubur "
" Janganlah begitu , kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu).”
(QS al-Takâtsur [102]: 1-3).
" Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir "
" Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah , dan apabila ia mendapat kebaikan ia semakin kikir ”.
(QS al-Mârij [70] : 19-21).
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :
“ Kekayaan itu bukanlah lantaran banyak harta bendanya , akan tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kebahagiaan jiwa dan ketentraman jiwa ".
(HR al-Bukhari).
Copas.
Semoga bermanfaat.
Read more

Tanda-Tanda Kematian



ALLAH Subhanahu Wata'ala telah memberi tanda kematian seorang muslim sejak 100 hari, 40 hari, 7 hari, 3 hari dan 1 hari menjelang kematian..

Tanda 100 hari menjelang ajal : Selepas waktu Ashar (Di waktu Ashar karena pergantian dari terang ke gelap), kita merasa dari ujung rambut sampai kaki menggigil, getaran yang sangat kuat, lain dari biasanya,

Bagi yang menyadarinya akan terasa indah di hati, namun yang tidak menyadari, tidak ada pengaruh apa-apa..

Tanda 40 hari menjelang kematian : Selepas Ashar, jantung berdenyut - denyut.. Daun yang bertuliskan nama kita di lauh mahfudz akan gugur..

Malaikat maut akan mengambil daun kita dan mulai mengikuti perjalanan kita sepanjang hari..

Tanda 7 hari menjlang ajal : Akan diuji dengan sakit, Orang sakit biasanya tidak selera makan..

Tapi dengan sakit ini tiba-tiba menjadi berselera meminta makanan ini dan itu..

Tanda 3 hari menjelang ajal : Terasa denyutan ditengah dahi, Jika tanda ini dirasa, maka berpuasalah kita, agar perut kita tidak banyak najis dan memudahkan urusan orang yang
memandikan kita nanti..

Tanda 1 hari sebelum kematian : Di waktu Ashar, kita merasa 1 denyutan di ubun-ubun,
menandakan kita tidak sempet menemui Ashar besok harinya..

Bagi yang khusnul khotimah akan merasa sejuk di bagian pusar, kemudian ke pinggang lalu ketenggorokan, maka dalam kondisi ini hendaklah kita mengucapkan 2 kalimat syahadat..

Sahabatku yang budiman, subhanALLAH, Imam Al-Ghazali, mengetahui kematiannya..
Beliau menyiapkan sendiri keperluannya, beliau sudah mandi dan wudhu, meng- kafani dirinya, kecuali bagian wajah yang belum ditutup..

Beliau memanggil saudaranya Imam Ahmad untuk menutup wajahnya..
SubhanALLAH..

Malaikat maut akan menampakkan diri pada orang- orang yang terpilih.. Dan semoga
kita menjadi hamba yang terpilih dan siap menerima kematian kapanpun dan di manapun kita berada..

Dan semoga akhir hidup kita semua Husnul Khatimah,
Aamiin..


Marilah kita berdoa, bermunajat kepada Allah. Semoga Allah mengampuni kita, dan menghapuskan kita dari segala dosa yang telah lalu.
Read more

Tak ayal, cuitan gay tersebut langsung di-skak mat oleh walikota Bandung, Ridwan Kamil


Sudah menjadi tabiat para pembenci Islam akan selalu risih dengan setiap hal yang berkaitan dengan Islam.  Setiap kebaikan akan selalu mereka pandang buruk, terlebih jika itu mengancam eksistensi mereka.
Dan para pembenci Islam tersebut terdiri dari banyak kalangan. Liberalis, feminis bahkan kaum LGBT sekalipun. Seperti yang dilakukan Hartoyo, salah seorang tokoh LGBT yang mengkritik program “Maghrib Mengaji” walikota Bandung, Ridwan Kamil.
Pelaku Gay yang pernah tampil di Kompas TV dengan gaya menipu terkesan religius, dalam akun twitternya memprotes program “Maghrib Mengaji” yang dicanangkan Kang Emil.
Dia mengatakan program tersebut sebagai pencitraan, dan pejabat yang tampil ke publik membawa agama rawan korupsi dan tidak beres urus rakyat.
“INGAT, klau ad pjabat nampil kepublik bawa-bawa agama, biasanya rawan korup n gak beres urus rakyat,” cuit Hartoyo melalui akunnya @HartoyoMdn.
Tak ayal, cuitan gay tersebut langsung di-skak mat oleh walikota Bandung, Ridwan Kamil.
“INGAT, kalo ada yang argumen hobinya generalisasi, biasanya pendek pikir,” balas kang Emil melalui akun twitter @ridwankamil, sabtu (30/4/2016).
Read more

Misteri Umur 40 Tahun


Banyak orang yang tidak menyadari bahwa Al-Qur’an membahas mengenai usia 40 tahun. Hal ini sebagai pertanda bahwa ada hal yang perlu diperhatikan dengan serius pada pembahasan usia 40 tahun ini. Allah Ta’ala berfirman, “Apabila dia telah dewasa dan usianya sampai empat puluh tahun, ia berdo’a, “Ya Rabb-ku, tunjukkanlah kepadaku jalan untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shaleh yang engkau ridhai. Berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim.” (QS. Al-Ahqaf : 15)

Usia 40 tahun disebutkan dengan jelas dalam ayat ini. Pada usia inilah manusia mencapai puncak kehidupannya baik dari segi fisik, intelektual, emosi, maupun spiritualnya. Ia benar-benar telah meninggalkan usia mudanya dan melangkah ke usia dewasa yang sebenar-benarnya. Do’a yang terdapat dalam ayat tersebut dianjurkan untuk dibaca oleh mereka yang berusia 40 tahun atau lebih. Di dalamnya terkandung penjelasan yang jelas bahwa mereka telah menerima nikmat yang sempurna, kecenderungan untuk beramal yang positif, telah mempunyai keluarga yang harmonis, kecenderungan untuk bertaubat dan kembali kepada Allah Ta’ala.

Pada ayat yang lain Allah Ta’ala berfirman: “Apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang-orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepadamu pemberi peringatan?” (QS. Fathir : 37)

Para ulama salaf menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “umur panjang dalam masa yang cukup untuk berfikir” dalam ayat tersebut adalah ketika berusia 40 tahun.

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat tersebut memberikan petunjuk bahwa manusia apabila menjelang usia 40 tahun hendaklah memperbarui taubat dan kembali kepada Allah dengan bersungguh-sungguh. Apabila hal itu berlaku menjelang usia 40 tahun, maka Allah memberikan janji-Nya dalam ayat setelahnya, yaitu kematangan. Usia 40 tahun adalah usia matang bagi kita bersungguh-sungguh dalam hidup. Mengumpulkan pengalaman, menajamkan hikmah dan kebijaksanaan, membuang kejahilan ketika usia muda, lebih berhati-hati, melihat sesuatu dengan hikmah dan penuh penelitian. Maka tidak heran tokoh-tokoh pemimpin muncul secara matang pada usia ini. Bahkan Nabi kita tercinta, Muhammad SAW pun demikian. Sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Abbas, “Diutusnya Rasulullah (yaitu) pada usia 40 tahun.” (HR. Al-Bukhari).

Nabi Muhammad SAW diutus menjadi nabi tepat pada usia 40 tahun. Begitu juga dengan nabi-nabi yang lain, kecuali Nabi Isa AS dan Nabi Yahya AS. Mayoritas negara juga mensyaratkan bagi calon-calon yang akan menduduki jabatan-jabatan elit seperti ketua negara, harus telah berusia 40 tahun. Masyarakat pun mengakui bahwa mantabnya prestasi seseorang tatkala orang tersebut telah berusia 40 tahun.

Mengapa umur 40 tahun begitu penting?

Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah usia manusia diklasifikasikan menjadi 4 (empat) periode, yaitu: (1) Anak-anak (aulad); sejak lahir hingga akil baligh, (2) Pemuda (syabab); sejak akil baligh hingga 40 tahun, (3) Dewasa (kuhul); 40 tahun hingga 60 tahun, (4) Tua (syuyukh); 60 tahun ke atas.

Usia 40 tahun adalah usia ketika manusia benar-benar meninggalkan masa mudanya dan beralih kepada masa dewasa sempurna. Kenyataan yang paling menarik pada usia 40 tahun ini adalah meningkatnya minat seseorang terhadap agamanya yang semasa mudanya jauh sekali dengan agamanya. Baik dengan menjalankan kewajiban shalat lima waktunya dengan berjama’ah dan tepat waktu, memperbanyak sedekah, menutupi auratnya, atau dengan mengikuti kajian-kajian keagamaan. Seolah-olah di usia ini merupakan momentum kembalinya manusia kepada fitrahnya. Namun jika ada orang yang telah mencapai usia ini, akan tetapi tidak ada minat terhadap agamanya, maka hal ini sebagai pertanda yang buruk dari kesudahan umurnya di dunia.Wal iyaadzu billaah.

Salah satu keistimewaan usia 40 tahun tercermin dari sabda Rasulullah SAW, “Seorang hamba muslim apabila usianya mencapai 40 tahun, Allah akan meringankan hisabnya (perhitungan amalnya).” (HR. Ahmad)
Hadits ini menyebutkan bahwa usia 40 tahun merupakan titik awal seseorang memiliki komitmen terhadap penghambaan kepada Allah Ta’ala, sekaligus konsisten terhadap Islam, sehingga Allah Ta’ala pun akan meringankan hisabnya. Inilah keistimewaan orang yang mencapai usia 40 tahun. Akan tetapi, usia 40 tahun merupakan saat di mana orang harus berhati-hati juga. Ibarat waktu, orang yang berumur 40 tahun mungkin sudah masuk waktu senja.

Abdullah bin Abbas mengatakan, “Barangsiapa mencapai usia 40 tahun dan amal kebajikannya tidak mantab dan tidak dapat mengalahkan amal keburukannya, maka hendaklah ia bersiap-siap ke neraka.”

Imam Asy-Syafi’i tatkala mencapai usia 40 tahun, beliau berjalan sambil memakai tongkat. Jika ditanya, maka beliau menjawab, “Agar aku ingat bahwa aku adalah musafir. Demi Allah, aku melihat diriku sekarang ini seperti seekor burung yang dipenjara di dalam sangkar. Lalu burung itu lepas di udara, kecuali telapak kakinya saja yang masih tertambat dalam sangkar. Komitmenku sekarang seperti itu juga. Aku tidak memiliki sisa-sisa syahwat untuk menetap tinggal di dunia. Aku tidak berkenan sahabat-sahabatku memberiku sedikit pun sedekah dari dunia. Aku juga tidak berkenan mereka mengingatkanku sedikit pun tentang hiruk pikuk dunia, kecuali hal yang menurut syari’at lazim bagiku.”

Kematian Bisa Datang Kapan Saja

Satu perkara yang kita harus senantiasa kita sadari bahwa kematian bisa memanggil kita kapan saja tanpa tanda, tanpa alamat dan tanpa mengira usia. Jika kita beranggapan harus menunggu usia 40 tahun untuk mulai memperbaiki diri, maka rugi dan sia-sia lah hidup kita jika ternyata umur kita tidak panjang.

Maka dari itu, di sisa-sisa usia kita ini, marilah kita mulai berbenah diri, meneguhkan tujuan hidup, meningkatkan daya spiritual, memperbanyak bersyukur, menjaga makan dan tidur, serta menjaga keistiqamahan dan berusaha meningkatkan kualitas dalam beribadah.

Banyak manusia yang tertipu dengan keindahan dunia dan isinya yang bersifat sementara. Mengingati mati bukan berarti kita akan gagal di dunia ini. Akan tetapi dengan mengingati mati kita berharap menjadi insan yang berjaya di dunia dan di akhirat kelak. Janganlah menunggu hingga esok untuk membuat persediaan menghadapi kematian, karena mati boleh datang kapan saja.

Akhirnya, semoga kita bisa memaksimalkan sisa-sisa umur kita ini untuk memperbanyak amal shaleh. 
Read more

4 Golongan Lelaki Yang Akan Ditarik Masuk Ke Neraka Oleh Wanita



4 Golongan Lelaki Yang Akan Ditarik Masuk Ke Neraka Oleh Wanita
1. Ayahnya
Jika seseorang yang bergelar ayah tidak mempedulikan anak perempuannya di dunia. Dia tidak memberikan segala keperluan agama seperti mengajarkan shalat, mengaji, dan sebagainya. Dia membiarkan anak perempuannya tidak menutup aurat. Tidak cukup kalau dangan hanya memberi kemewahan dunia saja. Maka dia akan ditarik ke neraka oleh anaknya.
Duhai lelaki yg bergelar Ayah, bagaimanakah keadaan anak perempuanmu sekarang? Apakah kau mengajar shalat dan shaum (puasa) padanya? Menutup aurat? Pengetahuan agama? Jika tidak terpenuhi, maka bersedialah untuk menjadi bagian dari Neraka.
2. Suaminya
Apabila suami tidak mempedulikan tindak tanduk isterinya. Bergaul bebas. Membiarkan istri berhias diri untuk lelaki yang bukan mahramnya.
Jika suami mendiam istri yang seperti itu walaupun suami adalah orang yang alim, suami adalah shalatnya yang tidak pernah bolong, suami adalah yang shaumnya tidak pernah lalai. Maka dia akan turut ditarik oleh isterinya bersama-sama ke dalam Neraka.
Duhai lelaki yang bergelar Suami, bagaimanakah keadaan istri tercinta sekarang? Dimanakah dia? Bagaimana akhlaknya? Jika tidak kau jaga mengikuti ketetapan Islam, maka terimalah keniscayaan yang kau akan sehidup semati bersamanya hingga Neraka.
3. Saudara Lelakinya
Apabila ayahnya sudah tiada, tanggungjawab menjaga kehormatan wanita jatuh pada saudara lelakinya (kakak, paman). Jika mereka hanya mementingkan keluarganya saja dan adik atau keponakannya dibiarkan dari ajaran Islam, maka tunggulah tarikan mereka di akhirat kelak.
Duhai lelaki yg mempunyai saudara perempuan, jangan hanya menjaga amalmu dan melupakan amanah yang lain. Karena kau juga akan pertanggungjawabkan diakhirat kelak.
4. Anak Lelakinya
Apabila seorang anak laki-laki tidak menasehati Ibunya perihal kelakuan yang tidak dibenarkan dalam Islam. Bila ibu membuat kemungkaran, mengumpat, memfitnah, mengunjing, maka anak itu akan ditanya dan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. Dan bersama menemani ibunya di Neraka.
Duhai anak lelaki, sayangilah ibumu, nasihatilah dia jika bersalah atau lalai. Karena ibu juga insan biasa, tak lepas dari melakukan dosa. Selamatkanlah dia dari ancaman neraka, jika tidak, kau juga akan ditarik menjadi teman di dalamnya.
* * *
Betapa hebatnya tarikan wanita. Bukan saja di dunia, tapi juga di akhirat yang tak kalah hebat tarikannya. Maka, kaum lelaki yang bergelar ayah, suami, saudara atau anak harus memainkan peran mereka dengan baik.
Subhanallah....
Marilah kita berdoa, bermunajat kepada Allah. Semoga Allah mengampuni kita, dan menghapuskan kita dari segala dosa yang telah lalu.
Ya Allah,
Ampunilah semua dosa-dosa kami, baik sengaja atau pun tidak, berkahilah kami, ramahtilah kami, berikanlah kami hidayah-Mu agar kami senantiasa dekat kepada-Mu hingga akhir hayat.

(Cantumkan jika ada doa khusus, agar kami para jamaah bisa mengaminkannya)
Silahkan Klik Like dan Bagikan di halamanmu agar kamu dan teman-temanmu senantiasa istiqomah dan bisa meningkatkan ketakwaannya kepada ALLAH SWT.
Ya ALLAH...
✔ Muliakanlah orang yang membaca tausiah ini
✔ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
✔ Lapangkanlah hatinya
✔ Bahagiakanlah keluarganya
✔ Luaskan rezekinya seluas lautan
✔ Mudahkan segala urusannya
✔ Kabulkan cita-citanya
✔ Jauhkan dari segala Musibah
✔ Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar.
✔ Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang membaca dan membagikan tausiah ini.

Aamiin ya Rabbal'alamin
Read more